Segenap Keluarga Besar Mamuju Sul-Bar.. Kompleks Pelabuhan Fery (Simboro Pantai).. Mengucapkan Terima Kasih kepada semua pihak yang telah mau dan meluangkan waktunya untuk singgah di Blog anak Mamuju Kreasi by Fathur (ammang) di Simboro
Pilih warna Background kesukaan sobat

Pulau Karampuang

Anda Pengunjung Ke

Followers

Tampilkan postingan dengan label Tips Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2013

Pandangan Islam Hadist Senang Datangnya Ramadlan, Haram Jasadnya Tersentuh Neraka







من فرِح بدخول رمضان حرم الله جسده على النيران
“Siapa saja merasa senang dengan masuknya bulan Ramadlan,
maka Allah mengharamkan jasadnya dari api Neraka”.
Begitulah bunyi redaksi haditsnya dan kita sebagai umat Islam wajib percaya kepada sabda baginda Rasulillah SAW. Lalu muncul pertanyaan, “Apakah betul itu perkataan beliau SAW ?”.  Selama para Ulama Ahli Hadits menyatakan bukan hadits maudlu/palsu, harus kita yakini itu adalah hadits Rasulillah SAW. Tetapi jika dilihat dari redaksinya yang mengundang munculnya pertanyaan-pertanyaan, pasti ini bukan termasuk Hadits Shahih fil matn.

“Betulkah jika kita merasa senang, gembira dengan datangnya bulan Ramadlan Allah akan mengharamkan jasad kita tersentuh api neraka?”, inilah pertanyaan berikutnya yang muncul. Jawabnya, ya…pasti. Karena begitulah janji Allah yang disampaikan melalui lisan Rasul-Nya.

Pertanyaan selanjutnya, “Gampang amat untuk tidak masuk neraka ?”. Jawabnya, pasti bagi Allah apapun sangat mudah. Namun, tentunya tidak semudah itu dipandang dari sisi manusia, karena pasti ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhinya.

Sebuah produk dalam iklannya menawarkan hadiah mobil bagi pembeli produknya. Artinya, bagi siapapun yang membeli produknya akan berpeluang mendapatkan hadiah mobil tersebut. Sebaliknya, tidak akan pernah mendapatkan hadiah mobil tersebut bagi orang yang tidak pernah membeli produknya. Bahkan, bagi pembeli produkpun meski memiliki peluang untuk mendapat hadiah mobil tetapi pasti tidak akan semua mendapatkannya. Hanya pembeli yang memenuhi persyaratan-persyaratan saja yang akan benar-benar menerima hadiah mobil tersebut.

Bisa dianalogkan dengan kasus di atas adalah pernyataan Rasulullah SAW yang akan memberi hadiah  TIDAK TERSENTUH API NERAKA bagi orang yang MERASA SENANG DATANGNYA BULAN RAMADHAN. Sehingga dapat ditarik kesimpulan :
  1. Bagi setiap orang yang tidak merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan, sama sekali tidak akan mendapatkan hadiah terbebas dari api neraka.
  2. Bagi setiap orang yang merasa senang dengan kedatangan bulan Ramadlan, semuanya berpeluang untuk mendapatkan hadiah terbebas dari api neraka.
  3. Bagi mereka yang berpeluang mendapatkan “hadiah” tersebut tidak akan semuanya mendapatkannya, hanya mereka yang memenuhi persyaratan saja yang akan mendapatkannya.
Berbagai alasan tentunya orang merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan. Anak-anak senang dengan datangnya bulan Ramadlan karena akan mendapatkan baju baru, dibelikan petasan, kembang api dan lain-lain. Pedagang petasan senang dengan datangnya bulan Ramadlan karena dagangannya akan lebih banyak terjual. Demikian pula pedagang pakaian, makanan, mainan dan lain-lain, bahkan tidak ketinggalan para penjual jasa. Semuanya akan merasa senang dengan datangnya bulan Ramadlan.

Tetapi bukan itu tentunya yang dimaksud dengan kata “senang” dalam hadits di atas, melainkan senang dalamkategori sebagai berikut:
Pertama, merasa senang karena telah dipanjangkan umur dan dipertemukan dengan bulan Ramadlan ini, sehingga perasaan senagnya ini akan diwujudkan dalam bentuk bersyukur atas ni’mat yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Bersyukur karena Allah telah memberinya dua ni’mat yang sangat diharapkannya, yakni ni’mat panjang umur dan ni’mat dipertemukannya dengan bulan Ramadlan yang penuh berkah dan ampunan Allah SAW.

Seorang pemulung akan sangat berterima kasih ketika diberi satu dus berisi cangkang aqua gelas, karena dia sangat membutuhkan cangkang aqua gelas itu untuk mendapatkan uang, sebagai sumber penghasilannya sehari-hari. Sementara yang lain tidak akan berterima kasih sebagaimana halnya pemulung tadi, tatkala diberi satu dus berisi cangkang aqua gelas karena tidak mengharapkannya.

Kedua, merasa senang karena dipertemukannya dengan bulan Ramadlan yang sangat ditunggu-tunggu dan dinantikan kedatangannya karena keyakinan bahwa Ramadlan adalah bulan yang dilebihkan oleh Allah dibandingkan bulan-bulan yang lain, dimana nilai ibadah pada bulan Ramadlan jauh lebih baik dari bulan-bulan yang lain.

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (رواه احمد)
Sesungguhnya telah datang Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan”. (HR. Ahmad).

Dalam Hadits lain dijelaskan bahwa:
“Siapa saja yang melakukan amalan sunnah akan dilipatgandakan pahalanya, bagaikan melakukan kewajiban, yang melakukan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan 70 (tujuh puluh) kali jika dibanding dengan amalan di luar Bulan Ramadhan, bahkan diamnya orang yang berpuasa pun, mendapatkan suatu pahala, sedang berdzikir dan beribadah akan lebih besar lagi pahalanya”.

.لو تعلم امتى ما فى رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان
”Jika ummatku mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pasti mereka berkeinginan supaya semua bulan dalam setahun terdiri dari Bulan Ramadhan seluruhnya”.

Karena senangnya mendapatkan barang yang dia cari-cari, pemulung itu akan menjaganya dari kerusakan dan kehilangan dengan cara memasukannya ke dalam karung atau gerobak dorongnya, kemudian dicucinya jika kotor, dibersihkan, ditata dan sebagainya lalu dijualnya sehingga menghasilkan uang yang merupakan tujuan akhir dari pencariannya itu. Dan ini tidak akan dilakukan oleh orang yang tidak merasa senang dengan pemberian cangkang aqua gelas tersebut.

Demikian pula halnya, rasa senang yang timbul karena dipertemukan dengan Ramadlan yang penuh berkah ini harus diwujudkan dalam bentuk mempersiapkan segala ilmu yang berkaitan dengan puasa, zakat fitrah dan amal lain di bulan Ramadlan. Baik ilmu fiqih (sehingga bisa mengetahui sah dan batalnya amal yang dilakukan atau mengetahui apakah wajib, sunah, haram, makruh atau mubah hukum dari amal yang dilakukan), ilmu aqidah (untuk meluruskan i’tiqad dan tujuan ibadah kita) maupun ilmu tashawuf atau akhlak (agar mengetahui mana yang sebaiknya dilakukan dan mana yang sebaiknya tidak dilakukan untuk kesempurnaan amal yang dilakukan).

Ketiga, rasa senangnya itu harus diwujudkan dengan cara memanfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin segala fasilitas yang Allah sediakan di bulan Ramadlan ini sehingga tujuan akhir dari semuanya itu, yakni agar menjadi orang-orang yang bertakwa dapat dipoerolehnya.

Read More »
Selasa, Juli 23, 2013 | 0 comments

Jumat, 19 Juli 2013

Rahasia Kesehatan Dibalik Makan Sahur bulan Ramadhan




Jika kamu masih malas untuk bangun dan makan sahur, maka mulai sekarang kamu harus memperbaiki gaya hidup seperti itu. Makan sahur selain dianjurkan oleh agama ternyata juga menyimpan rahasia kesehatan bagi kamu yang melaksanakannya.

Makan sahur ternyata memiliki manfaat tersembunyi lho. Jadi jangan malas untuk makan sahur, karena sebenarnya sahur itu sangat baik. Nggak percaya? Menurut Pramono, Ahli Gizi RSUD Ulin Banjarmasin dirinya telah mengungkap rahasia sehat dari makan sahur.

Menurutnya, bangun di waktu sepertiga malam terakhir (01.00-Subuh) untuk makan sahur akan mengurangi terkena stress. Pasalnya orang yang tidur pada sepertiga malam terakhir itu akan memproduksi banyak hormon stress.

Hormon stress akan meningkat pada waktu sepertiga malam tersebut. Produksi hormon ini bisa di tanggulangi jika kita bangun dari tidur. Karena sebenarnya tidur merupakan waktu yang digunakan berbagai macam hormon untuk di produksi.

“Jadi ketika kita bangun makan sahur pada saat sepertiga malam terakhir otomatis akan menghentikan produksi kortisol dan sekaligus menjaga fungsi hormon-hormon baik selama kita tidur terutama di sepertiga malam kedua (pukul 22.00 – 01.00) dapat bermanfaat secara optimal,” tutur Pramono seperti dikutip Tribunnews.

Hormon Kortisol ini juga memberikan beberapa efek buruk pada tubuh manusia. Seperti hilangnya massa otot, terurainya otot, tendon, ligament, karena digunakan untuk membentuk glukosa. Menurunnya kadar DHEA, hormon pertumbuhan, IGF-1 dan TSH (thyroid stimulating hormon).

Dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kadar gula darah, menurunnya kepekaan insulin serta meningkatkan nafsu makan dan selalu ingin makan yang manis. Terakhir, meningkatnya lemak tubuh yang biasanya ditandai dengan perut yang membuncit.

Artinya, bangun pada sepertiga malam terakhir (untuk makan sahur) akan membantu tubuh jadi lebih sehat, terlihat awet muda, dan bisa mencegah penyakit kencing manis (diabetes). Jadi jangan malas lagi yah makan sahur, selamat mencoba.

Read More »
Jumat, Juli 19, 2013 | 0 comments

Kamis, 18 Juli 2013

Studi: Puasa Bisa Bebaskan Orang dari Sakit Jantung



Tidak bisa dipungkiri, meski pun berat bagi sebagian orang, kewajiban berpuasa ternyata memiliki segudang manfaat kesehatan bagi siapa pun yang menjalankannya.

Studi-Puasa-Bisa-Bebaskan-Orang-dari-Sakit-Jantung
Sebuah studi yang dilakukan oleh Intermountain Medical Centre Heart Institute menyebutkan bahwa berpuasa dapat menurunkan risiko terkena penyakit kardovaskular seperti serangan jantung. 

Saat berpuasa, metabolisme tubuh akan mengalami perubahan. Termasuk perubahan signifikan kadar kolesterol dalam tubuh yang cenderung mengalami penurunan. Ini menjadi fakta yang menguntungkan sekaligus menggembirakan, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

Seperti kita ketahui bahwa kadar kolesterol dan gula yang tinggi dalam darah dapat memicu penyakit jantung. Dengan berpuasa, seseorang berpeluang lebih besar menurunkan kadar kolesterol dan gula yang terlalu tinggi dalam darah. 

Dr. Benjamin D. Horne, PhD, MPH selaku ketua peneliti menyatakan, “Penemuan baru ini menunjukkan bahwa penemuan-penemuan sebelumnya bukanlah suatu kebetulan,” seperti dikutip theNews.

Menurut Benjamin, penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbesar di dunia, terutama di Amerika. Informasi dari pasien-pasien penyakit jantung yang datang ke klinik menunjukkan perkembangan positif ketika mereka berpuasa. 

Studi mencatat, dari keseluruhan kadar kolesterol pasien selama berpuasa, kolesterol baik (HDL) jumlahnya meningkat 14 persen. Sedangkan, kadar kolesterol jahat (LDL) hanya meningkat sebesar 6 persen. 

“Angka tersebut cukup mengejutkan kami. Ini menunjukkan bahwa puasa bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular,” tambah Benjamin
www.id.yahoo.co.id

Read More »
Kamis, Juli 18, 2013 | 0 comments

Sabtu, 13 Juli 2013

5 Jenis Buah Agar Tetap Bugar Saat Berpuasa



Saat berpuasa dianjurkan banyak mengkonsumsi buah-buahan untuk menjaga tubuh tetap bugar. Buah mengandung serat dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh ketika menjalani ibadah. Selama lebih dari 14 jam tidak mendapat asupan nutrisi, sedangkan tubuh tetap beraktivitas dengan beragam kegiatan. Berpuasa membuat tubuh secara otomatis membuat tubuh membutuhkan tabungan nutrisi agar tidak lemas dan lesu. Dilansir dari berbagai sumber, inilah buah-buahan yang paling baik dikonsumsi saat puasa :

Semangka

Semangka
Semangka merupakan buah berwarna merah yang kaya akan air. Memakan semangka saat berbuka dapat mengatasi dahaga setelah seharian berpuasa. Buah merah ini juga dipercaya  dapat menyejukkan tubuh karena kaya akan likopen. Selain itu, buah semangka mengandung banyak vitamin A dan C yang dibutuhkan tubuh.

Blewah

Buah Blewah
Mengkonsumsi blewah dapat mencegah tubuh kekurangan cairan. Kandungan air yang tinggi  pada buah ini membantu mengatasi dehidrasi karena 14 jam tidak mendapat asupan cairan. Blewah mengandung zat gula. Karena saat berbuka tubuh membutuhkan zat gula yang cepat diserap tubuh setelah seharian berpuasa. Selain itu blewah mengandung kalium yang tinggi sehingga dapat memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pepaya


Pepaya Masak
Selain dikenal sebagai buah yang baik untuk proses pencernaan, pepaya sangat baik dikonsumsi saat berpuasa karena mengandung mineral yang cukup tinggi. Komposisi mineral yang terkandung dalam pepaya seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, seng, dan selenium sangat baik bagi tubuh. Selain itu pepaya kaya akan vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh.

Pisang

Pisang (Loka Mas bro)



Pisang kaya akan karbohidrat yang terusun dalam zat pati dan zat gula. Dua zat ini sangat dibutuhkan tubuh untuk cepat menggantikan energy saat berbuka. Selain mengandung vitamin A yang baik bagi tubuh, pisang juga mengandung kalium dan natrium, mineral yang baik untuk relaksasi otot.

Mangga

Mangga
Mangga sangat bagus dikonsumsi saat berpuasa karena buah yang satu ini dapat menjadi sumber energi, serat dan vitamin. Karbohidrat yang terkandung di dalam buah ini menjadi penghasil energi yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Selain itu mangga mengandung banyak vitamin seperti vitamin A,C dan B kompleks yang sangat baik untuk tubuh.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/

Read More »
Sabtu, Juli 13, 2013 | 0 comments

Jumat, 12 Juli 2013

Amalan Amalan Terbaik dilakukan Pada Bulan Suci Ramadhan



Bulan Ramadhan atau Bulan puasa adalah bulan penuh berkah dan maghfirah dari Allah Swt. Allah akan melipat gandakan pahala yang dikerjakan oleh muslim yang melaksanakan ibadah puasa.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

 إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ

 عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah 'Azza wa Jalla  berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnyadan makannya karena Aku’. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembria ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi.” (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik Muslim)


Bagi ummat Islam sebaiknya mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat agar puasanya penuh dengan hikmah dan manfaat. Jadi puasa kita tidak hanya menahan lapar dan haus. Tapi mengisinya dengan amalan-amalan yang baik.  

Di antara amalan yang baik untuk dilakukan pada bulan puasa dan hal-hal penting berkaitan dengan puasa adalah : 

1. Membaca Alqur’an / Tadarrus
   
Membaca Al-Qur'an
Bulan Ramadhan adalah bulan yang amat erat hubungannya dengan Al-Quran, karena saat itulah Al-Quran diturunkan. Oleh karenanya aktifitas bertadarus (membaca sekaligus mengkaji) adalah hal yang sangat utama saat itu, dan telah menjadi aktivitas utama sejak masa Nabi SAW. dan generasi terbaik.
Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan:

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Jibril menemuinya pada tiap malam-malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (HR. Bukhari No. 3220)

2. Shadaqah

Sedekah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah manusia paling dermawan. Dan beliau lebih demawan ketika di bulan Ramadhan. Beliau menjadi lebih pemurah dengan kebaikan dari pada angin yang berhembus dengan lembut. Beliau bersabda, "Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan." (HR. al-Tirmidzi dari Anas)

Dan di antara bentuk shadaqah di bulan ini adalah:

a. memberi makan

Memberi Makan Fakir Miskin
Allah menerangkan tentang keutamaan memberi makan orang miskin dan kurang mampu yang membutuhkan, dan balasan yang akan didapatkan dalam firman-Nya:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ

 جَزَاءً وَلَا شُكُورًا إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا  فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ

 وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera." (QS. Al-Nsan: 8-12)

b. Memberi hidangan berbukan bagi orang puasa

Buka Bersama


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun." (HR. Ahmad, Nasai, dan dishahihkan al-Albani)

Dan dalam hadits Salman Radhiyallahu 'Anhu, "Siapa yang memberi makan orang puasa di dalam bulan Ramadhan, maka diampuni dosanya, dibebaskan dari neraka, dan baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya."

3. Menyegerakan Berbuka Puasa dan Melambatkan Makan Sahur


Ummatku selalu dalam kebaikan selagi mensegerakan berbuka dan mengakhirkan (melambatkan) sahur” (HR Ahmad).

4. Shalat Malam/ Tarawih



Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

'Aisyah Radhiyallahu 'Anha berkata, "Jangan tinggalkan shalat malam, karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau melemah maka beliau shalat dengan duduk." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Umar bin Khathab Radhiyallahu 'Anhu biasa melaksanakan shalat malam sebanyak yang Allah kehendaki sehingga apabila sudah masuk pertengahan malam, beliau bangunkan keluarganya untuk shalat, kemudian berkata kepada mereka, "al-shalah, al-Shalah." Lalu beliau membaca:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaahaa: 132)

Dan bagi siapa yang melaksanakan shalat Tarawih hendaknya mengerjakannya bersama jama'ah sehingga akan dicatat dalam golongan qaimin, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda, "Siapa yang shalat bersama imamnya sehingga selesai, maka dicatat baginya shalat sepanjang malam." (HR. Ahlus Sunan)

5. Duduk di masjid sampai matahari terbit


Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apabila shalat Shubuh beliau duduk di tempat shalatnya hinga matahari terbit (HR. Muslim). Imam al-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda,
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ 

كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

"Siapa shalat Shubuh dengan berjama'ah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua raka'at, maka baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna , sempurna." (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)
6. I'tikaf


I'tikaf

Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam senantiasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Dan pada tahun akan diwafatkannya, beliau beri'tikaf selama 20 hari (HR. Bukhari dan Muslim).  I'tikaf merupakan ibadah yang berkumpul padanya bermacam-macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya.

Bagi orang yang belum pernah melaksanakannya, i'tikaf dirasa sangat berat. Namun, pastinya ia akan mudah bagi siapa yang Allah mudahkan. Maka siapa yang berangkat dengan niat yang benar dan tekad kuat pasti Allah akan menolong. Dianjrukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir adalah untuk mendapatkan Lailatul Qadar. I'tikaf merupakan kegiatan menyendiri yang disyariatkan, karena seorang mu'takif (orang yang beri'tikaf) mengurung dirinya untuk taat kepada Allah dan mengingat-Nya, memutus diri dari segala kesibukan yang bisa mengganggu darinya, ia mengurung hati dan jiwanya untuk Allah dan melaksanakan apa saja yang bisa mendekatkan kepada-Nya. Maka bagi orang beri'tikaf, tidak ada yang dia inginkan kecuali Allah dan mendapat ridha-Nya.

7.  Menghidupkan Lailatul Qadar

Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadar: 1-3)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar didasari imandan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berusaha mencari Lailatul Qadar dan memerintahkan para sahabatnya untuk mencarinya. Beliau juga membangunkan keluarganya pada malam sepuluh hari terakhir dengan harapan mendapatkan Lailatul Qadar. Dalam Musnad Ahmad, dari Ubadah secara marfu', "Siapa yang shalat untuk mencari Lailatul Qadar, lalu ia mendapatkannya, maka diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu dan akan datang." (Di dalam Sunan Nasai juga terdapat riwayat serupa, yang dikomentari oleh Al-hafidz Ibnul Hajar: isnadnya sesuai dengan syarat Muslim)
. . . Lailatul Qadar berada di sepuluh hari terakhir Ramadhan, tepatnya pada malam-malam ganjilnya. Dan malam yang paling diharapkan adalah malam ke 27-nya, sebagaimana yang diriwayatkan Muslim. . .
Terdapat beberapa keterangan, sebagian ulama salaf dari kalangan sahabat tabi'in, mereka mandi dan memakai wewangian pada malam sepuluh hari terakhir untuk mencari Lailatul Qadar yang telah Allah muliakan dan tinggikan kedudukannya. Wahai orang-orang yang telah menyia-nyiakan umurnya untuk sesuatu yang tak berguna, kejarlah yang luput darimu pada malam kemuliaan ini. Sesungghnya satu amal shalih yang dikerjakan di dalamnya adalah nilainya lebih baik daripada amal yang dikerjakan selama seribu bulan di luar yang bukan Lailatul Qadar. Maka siapa yang diharamkan mendapatkan kebaikan di dalamnya, sungguh dia orang yang jauhkan dari kebaikan.

8. Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar
Sesungguhnya malam dan siang Ramadhan adalah waktu-waktu yang mulia dan utama, maka manfaatkanlah dengan memperbanyak dzikir dan doa, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya:
  • Saat berbuka, karena seorang yang berpuasa saat ia berbuka memiliki doa yang tak ditolak.
  • Sepertiga malam terkahir saat Allah turun ke langit dunia dan berfirman, "Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristighfar, pasti Aku ampuni dia."
  • Beristighfar di waktu sahur, seperti yang Allah firmankan, "Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzaariyat: 18)

Penutup
Sesungguhnya berpuasa tidak hanya sebatas meninggalkan makan, minum, dan hubungan suami istri, tapi juga mengisi hari-hari dan malamnya dengan amal shalih. Ini sebagai bentuk pembenaran akan janji Allah adanya pahala yang berlipat. Sekaligus juga sebagai pemuliaan atas bulan yang penuh barakah dan rahmat.
Beberapa amal-amal ibadah di atas memiliki kekhususan dan hubungan kuat dengan kegiatan Ramadhan, lebih utama dibandingkan dengan amal-amal lainnya. Maka selayaknya amal-amal tersebut mendapat perhatian lebih dari para shaimin (orang-orang yang berpuasa) agar mendapatkan pahala berlipat, limpahan rahmat, dan hujan ampunan. Sesungguhnya orang yang diharamkan kebaikan pada bulan Ramadhan, sungguh benar-benar diharamkan kebaikan darinya. Dan siapa yang keluar dari Ramadhan tanpa diampuni dosa-dosa dan kesalahannya, maka ia termasuk orang merugi. Wallahu Ta'ala A'lam.

Read More »
Jumat, Juli 12, 2013 | 0 comments