Segenap Keluarga Besar Mamuju Sul-Bar.. Kompleks Pelabuhan Fery (Simboro Pantai).. Mengucapkan Terima Kasih kepada semua pihak yang telah mau dan meluangkan waktunya untuk singgah di Blog anak Mamuju Kreasi by Fathur (ammang) di Simboro
Pilih warna Background kesukaan sobat

Pulau Karampuang

Anda Pengunjung Ke

Followers

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Kue Onde-Onde Khas Mamuju Sul-Bar



Onde-onde semua orang mungkin sudah tahu dan pernah merasakan kue ini. Bagaimana tidak jenis kue ini merupakan makanan yang dapat dijumpai dikota manapun yang pasti adanya di Negara tercinta kita ini (Indonesia).

Di Kota Mamuju makanan ini dipercaya orang tua-tua sebagai salah satu makan khas mereka, dimana makanan ini dipercaya sudah ada pada zaman Indonesia merdeka. Wallahu A'lam

Menariknya apabila bulan puasa telah tiba, maka kue ini tidak pernah tertinggal untuk disantap ketika berbuka puasa.

Untuk mendapatkan jenis kue inipun tidaklah susah, sahabat hanya perlu berkunjung ke Pasar Tradisonal Mamuju ataupun dipasar Baru.

Kalau-kalau ada sahabat yang bertanya "Apa kita mesti harus kepasar untuk mendapatkan kue jenis ini ?, maka jawabannya adalah g mesti.. ko' gitu... "jawabnya simpel ajha".. di Kota Mamuju ini banyak pedagang-pedagang kecil yang menjual jenis-jenis kue mereka di pinggir-pingir jalan.

Untuk Jenis kue onde-onde ini ada dua macam ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna hijau, berhubung ada salah satu sahabat kita yang ingin mengetahui cara pembuatan onde-onde jenis warna hijau maka berikut akan coba saya paparkan beberapa metode pembuatannya.

BAHAN PERSIAPAN :
  • 150 gram tepung ketan
  • 125 ml air
  • 1/4 sdt garam
  • Pewarna makanan hijau (pasta pandan)secukupnya
  • Ekstrak daun pandan secukupnya
  • 100 gram gula merah, dihaluskan, bentuk bulat-bulat kecil
  • 150 gram kelapa, diparut kasar (untuk bahan taburan)
  • 1/4 sdt garam untuk parutan kelapa

CARA MEMBUAT :
  • Campur parutan kelapa dengan garam. Aduk rata, kukus matang dan sisihkan.
  • Aduk tepung ketan, air dan garam, tambahkan pewarna makanan hijau dan ekstrak daun pandan. Aduk rata sampai menjadi adonan dapat dibentuk.
  • Ambil sedikit adonan. Beri bulatan gula merah. Bulatkan lagi. Lakukan sampai adonan habis.
  • Rebus dalam air mendidih sampai mengapung. Angkat. Tiriskan. Masukkan dalam air dingin, angkat. Gulingkan di dalam parutan kelapa sampai selesai. Onde-onde siap untuk disajikan.

Catatan :

  • Sebenarnya awal pembuatan onde-onde ini bermula dengan jenis yang berwarna putih tanpa pewarna makanan (pasta pandan), tapi dengan adanya pewarna makanan ini dipercaya jenis kue ini dapat bertahan lama.
  • Pedagang-pedagang hanya menjual dipinggir jalan apabila Bulan Puasa telah datang atau pada hari-hari puasa

Bagaimana sahabat jika artikelnya menarik buat sahabat tolong like dan kalau bisa komentarnya yah.. Agar kami dapat meningkatkan kemajuan blog ini...

>>>WASSALAM<<<

Read More »
Senin, Juli 15, 2013 | 0 comments

Rabu, 19 Juni 2013

Kalumpang Makanan Khas Mamuju Sul-Bar


Bukan hal baru bahwa tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki banyak keanekaragaman budaya bahkan kuliner khasnya sendiri, kesemuanya lahir atas berkat kreatifitas masyarakat kita dulu yang menempati tanah air, bahkan kini keberadaan kuliner-kuliner tersebut telah dikreasikan untuk mengikuti perubahan selera masyarakat tetapi tetap tidak mengubah ciri khas dari kuliner-kuliner tadi.

Kemudian ada yang bertanya mengenai kuliner khas Mamuju? Bagaimana dengan kulinernya? Sabar, saya akan paparkan yang saya tahu disini. Satu kebangganan makanan Khas Mamuju yaitu Kalumpang, makanan pokok masyarakat Mamuju yang unik dan menarik. dimana salah satu keunikannya adalah kalumpang ini namanya sama dengan daerah di Sul-Bar ini sendiri. Desa Kalumpang.

Klumpang Singkong
 Kalumpang Sagu

Kalau ada yang Mengatakan ko' kalumpang ini mirip dengan jepa maskan khas Mandar? Maka jawabnya adalah..Ya memang mirip kalau bisa dibilang bagaikan nangka dibelah dua.. wah...wahh. Sebenarnya Yang bedain hanyalah namanya saja.

Kalumpang inipun banyak jenis bahan makanan pembuatannya ada yang dari Sagu, Singkong, dan Ubi.

Sedangkan untuk hasil kreasi makanan ini ada kalumpang yang isi gula merah, ada juga yang isi  ikan, diantaranya ikan seribu. Sebenarnya masih banyak lagi jenisnya, yang pasti kalumpang ini bisa dikreasikan sesuai selera.. Tapi.. kali ini saya cuman akan membahas tentang kalumpang dari sagu dulu..

Sagu... umumnya orang akan berfikir wah apa emang bisa dimakan tuh? "jawabnya" Ya.. bisa kalau sagunya udah diolah, proses pengolahannya pun dilakukan sedemikian rupa hingga sagunya menjadi agak lembut seperti gandum yang mengeras, kalau istilah masyarakat Mamuju sih biasa disebut letto'.

Sagu yang diolah

Kalumpang (Letto) Kemasan

Jenis makanan ini tergolong.. jenis makanan yang serba bisa.. Kenapa bisa.... jawabnya adalah bisa dicampur dengan apa saja termasuk bau dipiapi istilah mandar dan ikan tuing-tuing atau ikan terbang

Bau di Piapi

Ikan Terbang (Bau Tuing-tuing)

Mmm..... Kalau masalah rasa setiap orang yang makan dijamin ketagihan.. Apalagi bila dimakan diwaktu siang hari.. maknyos grr... Uniknya sebagian masyarakat Mamuju malah makan ditempat2 wisata tertentu misalnya di kali mamuju dan Pantai lombang-Lombang..g' ada kalumpang g' rame...

Adapun untuk membuatnya ya ga semudah dengan kelihatannya.. nih berikut cara buatnya...

Bahan-Bahan membuat Kalumpang dari Sagu
  • Siapkan Sagu yang sudah di tumbuk..  Kalau sagu banyak ko’ dijual dipasaran kalau istilahnya orang mamuju bilang Letto’..
  • Siapkan sebuah baskong.. yah ukurannya terserah banyaknya yang dibuat kalau bisa yang ukuran tengah aja ngga’ besar g kecil sedang-sedang saja. Kaya lagunya Vety Vera yang sedang-sedang saja.. hehehe
  Lanjut...
  • Air
  • Kemudian siapkan sebuah kain yang halus lebih bagus kalau seperti  kain jilbab para ibu’.. Buat para ibu’ Lumayan tuh habis ibu pake’ kepasar pake’ lagi nanti masak kalumpang..hahaa
  • Tali juga nih buat ngikat mata.. eh salah deh mana bisa ngelihat kalau ngikat mata... ntar jadinya makanan ala sibuta deh..heheh
  • Kelapa yang sudah di parut. (terserah kelapa apa yang penting jangan kepala)..hehehe

Cara Membuatnya :
  • Pertama air dimasukkan kedalam baskong setelah air sudah ada kain tadi di pasang diatas baskong jangan lupa diikat dengan tali hingga kainnya terikat kencang..
  • Kemudian ambillah  sagu tuangkan keatas baskong tadi..
  • Kemudian sagu yang dituangkan diatas kain tadi di sapu2 hingga sagu yang tadi diatas kain masuk kedalam air... 
  • Setelah semua sagu sudah menyatu kedalam air barulah airnya tadi dibuang dan yang diambil hanyalah sagunya.. Oh yah kalau ada yang bilang yah airnya jadi mubassir dong.. Oh tidak airnya tadi bisa juga digunakan untuk membuat kerupuk.. katanya.. n tar klw udh nanya sm orang tua-tua mamuju pasti  abang jelasin.. Maklum klw saya sendiri g bisa buat tuh bisanya makan ajah..hehe

Lanjut Langkah terakhir nih..
  • Sagu yang tadi sudah dipisahin sama airnya kemudian di campur dengan kelapa parut dan taburkan kedalam alat masak khusus, yaitu alat masak yang terbuat dari tanah liat menyerupai piring atau mangkuk yang lebar.


  •  Nungguh deh tuh masaknya..

 Silahkan Like atau coment...

Read More »
Rabu, Juni 19, 2013 | 1 comments

Senin, 17 Juni 2013

Gogos Makanan Khas Sulawesi

Gogos.. G ada orang sulawesi yang g tahu makanan ini..  

Di Kota Mamuju Makanan ini biasanya ada sebagai pelengkap dari sesajian apabila ada acara-acara adat seperti pernikahan atau upacara apa saja. Tetapi sekarang banyak dijumpai di mana saja, seperti di pasar tradisional yang biasa dibeli orang sebagai makanan sampingan yang dapat disajikan kapan saja, termasuk pada hari lebaran, biasa juga jadi bekal bila bepergian. 

Makanan ini biasanya dimakan bersama lauk seperti dengan telur rebus, sambal, ayam goreng, dan lain-lain. Pokoknya enak deh.. apalagi bila dimakan saat pagi hari wenake fool...



Gogos Campur Telur


Gogos ada yang tanpa isian dan ada juga dengan isian. Nah yang menggunakan isian inilah dinamakan gogos kambu atau gogos isi. Isinya biasa dari ikan tongkol yang dicampur kelapa sangrai dan bumbu. Kalau mau tahan lama biasa cuma diisi dengan abon. 

Kalau yang tanpa isi biasa dijual dengan pendamping telor asin. Hah...pasti pada heran kan, kok dimakan sama telor asin. Iya memang gogos ini bukan termasuk snack atau jajan buat nyemil. Tapi sebagai makanan utama pengganti nasi. Biasanya diperuntukkan buat bekal kalau lagi bepergian. 

Kalau di daerah Sulawesi, persinggahan bus itu pasti dipadati dengan penjaja gogos ini. Itulah sebabnya gogos ini tanpa isi dan dimatangkan dengan cara dipanggang, agar tahan lama. Bisa sampai seminggu tergantung cara masaknya. 


Nah Untuk Resepnya Kita buat Gogos isi aja yah.. biar yahuud...



Pertama :
Siapkan daun pisang, setelah itu dipotong-potong dan dilap. Untuk sematnya bisa menggunakan lidi dari pohon kelapa, Kenapa nnggak ambil lidi dari sapu lidi aja?? hihi udah mengkilat keseringan pakai pukul kasur...hehehe


Kedua Siapkan ketan :
- 500 gr beras ketan putih, rendam 2 jam
- 300 ml santan
- 1 sdt garam
- pandan

Ketiga Bahan isi gogos :

- 2 ekor ikan tongkol ukuran sedang, bakar lalu buang tulang dan suwir
- 1/4 biji kelapa parut (sangrai sampai kecoklatan, setelah dingin tumbuk agak kasar)
- 3 sdm minyak untuk menumis bumbu

Keempat Bumbu halus :

- 2 buah cabe merah
- 5 buah cabe rawit (kalau suka pedas)
- 8 butir bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt pala bubuk
- garam secukupnya
- gula merah secukupnya

Olesan :
santan kanil+sedikit garamCara membuat :

  1. Isian : panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus hingga wangi. Masukkan ikan tongkol suwir. Aduk hingga bumbu bercampur. Tambahkan sedikit air agar bumbu bisa lebih tercampur. Setelah air menyusut, masukkan kelapa sangrai lalu aduk rata. Masak sambil diaduk aduk terus sampai isian menjadi kering seperti abon. Matikan api. Sisihkan.
  2. Ketan : setelah ditiriskan, kukus ketan bersama daun pandan sampai setengah matang sekitar 15 menit. Angkat. Didihkan santan dengan garam dalam panci. Masukkan ketan, aduk sampai santan habis terserap habis. Kukus ketan kembali selama 30 menit hingga matang. Angkat.
  3. Siapkan 2 lembar daun pisang. Daun yang masih muda untuk pembungkus bagian dalam.
  4. Siapkan plastik agar ketika membentuk adonan ketan tidak melengket. Sendokkan ketan dalam plastik. Padatkan dan pipihkan. Beri isian ikan. Tangkupkan dan padatkan.
  5. Letakkan dalam daun dan olesi dengan santan kanil. Gulung. Semat dengan lidi. Selesaikan semua.
  6. Siapkan bara atau kompor. Panggang gogos dengan api sedang sampai wangi. Bagian kulit agak kering tapi bagian dalam masih lembut.





  Siap dihidangkan....

Caution :
Sekedar menyarankan bila ada permasalahan tentang gogos ini makan dari mana jawab saya tentu Asli makan ini dari sulawesi.. 

Kalaupun ada yang bilang gogos dari Sulawesi Selatan (Makassar..) gogos dari Sulawesi Barat (Mandar, Mamuju). Semua itu benar adanya.. 

Sebagaimana kita ketahui dulunya Sul-Sel dan Sul-Bar adalah satu provinsi yang sekarang berpisah..


Read More »
Senin, Juni 17, 2013 | 0 comments

Sabtu, 15 Juni 2013

Kue Tetu' Khas Kota Mamuju



Tetu', Berbicara masalah tetu' mungkin orang akan bertanya apakah itu? Jawab salah seorang nenek asli Kota Mamuju "Kande na nenemu ana' iya moittu dikua makanan khasna Mamuju" .. Ngertikan...Wkkk.. Maksud dari perkataan nenek adalah tetu' itu makanan khas mamuju yang dari dahulu orang tua-tua makan di daerah Mamuju. 

Uniknya kue ini tak pernah ketinggalan disajikan apabila ada acara besar-besaran, contoh kecilnya saat maulid atau Isra' Mi'raj di Kota Mamuju.


Tetu' Kue Khas Mamuju

Meskipun tergolong jenis kue yang sederhana tapi rasanya bisa dibilang.. G Kalah sama kue-kue yang dijajankan di ibu kota.

Salah satu rahasia yang membuat makanan ini enak di makan adalah isi dari kue itu sendiri..Sejatinya adalah paduan tepung terigu (gandong) dan gula (golla). Jenis kue inipun ada dua macam, 
Pertama jenis Tetu' yang dibubuhi gula merah..
 Gula Merah
 
Kedua jenis Tetu' yang dibubuhi dengan gula manis.
 Gula Pasir
  Diramu dan dikemas dalam kotak daun pandan, dengan rasa santan gurih yang dominan maka tentu saja kelezatan khasnya akan anda dapatkan. 

Adapun cara membuat Tetu ini sederhana saja :

1. Buatlah terlebih dahulu semacam kotak tepatnya agak berbentuk perahu (kappal-kappal), nah untuk hasil yang maksimal pilihlah daun pandan wangi yang agak tua, kemudian dijemur (dialloi) sebentar agar ketika dilipat  tidak mudah retak atau "rappa' "

2. Lalu kemudian potonglah daun pandannya seukuran yang anda suka, kemungkinan sejengkal tangan,  kemudian dilipat "dilluppi'' " dan direkatkan dengan menggunakan hekter dan bagian daunnya ditusuk menggunakan lidi yang runcing

3. Lalu dasar kotak pandan yang berbentuk perahu tersebut  ditaburi gula putih atau gula pasir atau gula aren "golla mamea, tergantung selera anda, dicampur juga boleh jika anda lebih suka ada rasa kombinasi

4. Adonannya yang merupakan paduan terigu "gandong" dan santan kelapa dengan perbandingan tertentu rasionya diperkirakan menggunakan ilmu kira2, kami juga tak jelas ilmu estimasi seperti apa ini mungkin kaum wanita lebih paham

5. Adonan terigu+santan tadi lalu dituang ke dalam kotak pandan sekitar 2/4 dan sisakan 1/4 buat lapisan ketiganya yang merupakan santan kental

6. Setelah semua bahan sudah bercampur, selanjutnya kita  kukus kotak pandan tersebut sampai stengah matang, kemudian siramkan santan kental ke permukaan adonan yg sudah 1/2 matang tersebut.

7. Salah satu rahasia tetu' yang sempurna adalah terletak pada lapisan santan gurih di permukaannya. Caranya? Biar santannya gurih, campurkan seujung sendok teh garam makan ke dalam santan kentalnya.

8. Lalu, lanjutkan dengan mengkukus sampai benar-benar matang. Cara mengeceknya? Tusuk pakai lidi bersih

9. Tips yang lain adalah jika mau lebih wangi, bisa tambahkan essence/powder vanilla di santannya

10. Anda juga bisa menambahkan potongan-potongan kecil nangka atau "ku'mil" di permukaan paling atas sebagai topping untuk sensasi berbeda. 

Demikianlah cara membuat kue Tetu' Khas Mamuju kalawpun ada yang mengaku dari daerah lain yang tahu hanya Allah. Sang pencifta segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini..yang pasti ini asli dari daerah Mamuju Sul-Bar.

Read More »
Sabtu, Juni 15, 2013 | 0 comments

Selasa, 11 Juni 2013

Bau Peapi + jepa kuliner Wisata Gentungan

MAMUJU..

Wisata Gentungan yang terletak di kawasan Desa Babanga Kecamatan Kaluku Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, banyak menarik turis asing maupun domestik. Walau perjalanan ke sana cukup jauh, yakni 400 km dari Makassar atau memakan waktu jam dengan menggunakan kendaraan, namun Desa Babanga tetap menawarkan keindahan alam yang asri dan sajian kuliner yang mengundang selera.

Wisata Gentungan ini dibangun pada tahun 2006 oleh Naim  mantan asisten propinsi seusai menjabat Kepala Dinas Pariwisata pertama di Mamuju. Beliau memanfaatkan tanah seluas 40 hektar untuk dijadikan tempat wisata yang isinya terdapat kolam renang, pemancingan ikan, dan vila.

Salah satu yang menjadi daya tarik wisata Gentungan, yakni sajian kulinernya berupa ikan Mandar. 


 
Wisatawan kurang lengkap jika berkunjung ke Desa Babanga Kecamatan Kaluku Kab. Mamuju tanpa menyantap ikan Mandar. Untuk itu, wisatawan selalu berburu ikan Mandar dengan racikan bumbu khas daerah setempat.

Ikan Mandar yang selalu disajikan kepada para tamu yang ke berwisata ke Gentungan. Sajian  ikan Mandar dari bahan ikan cakalang, bawang mandar yang terdapat dari daerah Majene, cabai merah, asam mangga, kunyit, dan cabai besar. "Caranya, bumbu keseluruhannya diremes-remes setelah itu ikannya dimasukan ke dalam bumbu. Kemudian direbus sampai matang, ditambah garam dan micin," kata   Hj, Titi Asyah Naim salah satu perajin ikan Mandar saat ditemui di Wisata Gentungan Sulawesi Barat, Minggu (2/9).




Menurut Hj. Titi, selain ikan Mandar, wisata Gentungan menawarkan makanan yang bernama jepa. Pembuatan jepa dengan bahan baku ubi kayu (singkong) yang diparut. Hasil parutan itu dijepit dan dicampur kelapa. Hasil perasan keduanya menghasilkan air yang dimasukan ke dlaam cetakan yang terbuat dari tanah liat. ***



Read More »
Selasa, Juni 11, 2013 | 0 comments