Segenap Keluarga Besar Mamuju Sul-Bar.. Kompleks Pelabuhan Fery (Simboro Pantai).. Mengucapkan Terima Kasih kepada semua pihak yang telah mau dan meluangkan waktunya untuk singgah di Blog anak Mamuju Kreasi by Fathur (ammang) di Simboro
Pilih warna Background kesukaan sobat

Pulau Karampuang

Anda Pengunjung Ke

Followers

Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Uji Nyali Permandian Batu Salassang Tapalang


Permandian Batu Salassang adalah salah satu tempat permandian yang terletak di Desa Taan Kec. Tapalang prov. Sul-Bar yang belum mendapat perhatian dari pemerintah, yang bila dikelola dengan baik pastilah akan menjadi salah satu devica negara kapang..

 Beberapa Dokumentasi..

Dalam Perjalanan

Salah satu keunikan dari permandian ini adalah perjalanannya itu sendiri yang sangat menantang, klw sahabat punya penyakit jantung maka sahabat diharuskan minum obat..kwkwk,,, betul kan'...kkk

Numpang eksist
Tuh pemandangannya indahkan..cccckkkkk

Seblah Kiri Abang sendiri seblah kanan kebtulan om

Bersama calon istri sahabat,, ckckc

Pose Remaja Serang...

Siap Ngeluncur...

Menikmati indahnya mandi sambil tiduran
Mantaaap..

Oh iya sahabat yang paling menariknya lagi batu ini tingginya kurang lebih 100 meter, dan tepat diatasnya ada kolam yang istimewa cocok untuk cari jodoh,, ckkk berikut saya sudah buktikan dan inilah jodoh saya...
Jumiati Vs Fathur
Makasih dah mampir.......


Read More »
Senin, Agustus 25, 2014 | 0 comments

Jumat, 23 Agustus 2013

Tamasya, Uji Nyali ke Desa Pulio Kalumpang, Mamuju, Sulbar



13273038071668805494
Jembatan Pulio

Desa Pulio Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju terletak di timur Mamuju Ibukota Provinsi Sulawesi Barat, merupakan sebuah Desa terpencil diantara pegunungan yang rindang dan sungai yang meliuk-liuk sepanjang ratusan kilometer mengalir menuju lepas Pantai Laut Sulawesi.

Perjalanan diawali Dari Mamuju Ibukota Provinsi Sulawesi Barat Untuk sampai Di Desa Pulio yang asri nan terpencil ini diperlukan waktu tempuh sekitar 7 Jam bila kondisi alam bersahabat, dengan menggunakan kendaraan roda empat menempuh jalan aspal yang licin, tanjakan dan jurang-jurang terjal, air terjun yang mempesona disela-sela hutan tropis dan kebun coklat penduduk sepanjang 124 Kilometer ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam kita akan sampai di Ibukota Kecamatan Kalumpang, Perkampungan etnik nan spektakuler dengan berbagai ragam budaya dan kerajinan khas yang tidak ditemukan ditempat lain di Indonesia, antara lain tenunan tangan khas kalumpang yang terbuat dari kulit kayu, serta temuan situs galian benda-benda bersejarah masa lampau, tenunan khas etnik Kalumpang sudah dipasarkan hingga ke mancanegara lewat Bali, walau belum dikelola dengan baik.

1327303899118159584

Ketika sampai di Kalumpang kita akan disambut oleh masyarakat yang mayoritas penduduknya beragama kristen penuh dengan keramah-tamahan dengan bahasa dan dialek khas Kalumpang, Gadis-gadis cantik berkulit putih bersih mirip etnis Minahasa. tanpa sungkan melepas senyum kepada Anda, senyum kedamaian dan persahabatan, suatu pemandangan yang membuat anda bisa betah berlama-lama disini.

Di Kalumpang walau sudah sejak dahulu telah menjadi Ibukota Kecamatan namun Kota Indah, sejuk, nyaman dan asri karena terletak didataran tinggi ini belum menyiapkan sarana akomodasi berupa Penginapan untuk para tamu yang berkunjung, jadi kalau Anda datang kesini kita harus menginap disalah satu rumah penduduk, hanya ada rumah makan itupun terbatas hanya ada satu, dua, Rumah makan yang tentu belum dapat memenuhi kebutuhan dan selera para pengunjung bila nantinya sudah dikenal dan didatangi oleh para wisatawan yang ingin melepaskan lelah dari rutinitas dan hirup-pikuk Kota yang penuh polusi dan asap knalpot.

1327304005172786208


Sebelum berangkat ke Pulio sebaiknya kita beristirahat sebentar untuk menikmati pemandangan alam dan mengisi perut agar tak kelaparan dijalan karena Dari Ibukota Kecamatan menuju Desa Pulio yang berjarak sekitar 30 Km hanya dapat diakses lewat sungai dengan kendaraan Katinting ( semacam kano yang dilengkapi dengan mesin tempel ) sepanjang 20 mil mengarungi sungai yang luas dengan batu-batu ditepiannya penuh ditumbuhi hutan tropis dan hutan tanaman produksi, aneka jenis dan satwa liar mengurai mimpi tentang alam yang asri dan permai, tamasya yang tak kan terlupakan setelah sekitar 3 jam berada diatas Katinting kita akan sampai dibawa jembatan yang juga tak kalah Unik sayang sungguh mendebarkan jembatan gantung diatas sungai setinggi kurang lebih 15 meter dari permukaan air Sungai Karama, dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 1 meter membuat nyali kita yang belum terbiasa lewat dijembatan akan ciut dan mengkerut.


1327304083742461686
Dari Ujung jembatan gantung ini untuk sampai ke Desa Pulio kita harus naik Ojek Motor dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan barulah kita akan menjejakkan kaki di tapal batas Desa Pulio yang dihuni sekitar 150 Kepala Keluarga, desa yang benar-benar terpencil walau hanya sekitar 150 Km dari Ibukota Provinsi.

Melihat Desa Pulio angan kita akan terbang menerawang jauh kemasa lampau desa yang tentram, aman dan damai, kehidupan masyarakatnya yang sebagian besar bertani dan berternak, hidup dalam kelompok yang harmonis ditengah perkampungan yang masih asri jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota yang serba glamour, kehidupan politik yang tak menentu, sungguh sangat mengasikkan.

13273041481804787099

Melihat dan menyaksikan kehidupan masyarakat di perkampungan yang asri ini hati kita tergerak untuk saling mengingatkan bahwa mereka yang tinggal disini tak mungkin ingin terus begini stagnan tanpa perkembangan, sebagai manusia tentu menginginkan perobahan dalam kemajuan, mereka membutuhkan akses jalan dan jembatan yang lebih baik untuk memasarkan hasil-hasil yang mereka peroleh dari ladang agar ekonomi mereka lebih baik dari hari ini , agar anak-anak mereka dapat bersekolah keluar dari Desa untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi karena di Desa ini cuma ada SD, untuk memudahkan mereka menjalani pengobatan lanjutan di Puskesmas terdekat., tak banyak neko-neko apalagi menuntut.

Kunjungan ke Desa Pulio bagi kita yang tinggal di Kota adalah sebuah perjalanan yang mengasikkan dan penuh dengan tantangan dengan obyek wisata yang memikat, sejak dari Mamuju hingga ke Pulio mata kita telah dihibur oleh Hutan tropis dengan aneka ragam jenis pohon yang menghijau, jalan yang meliuk-liuk dan pegunungan yang indah dan asri, mengarungi sungai yang deras melewati Perkampungan yang Unik khas dataran tinggi sejuk, tapi bagi mereka yang tinggal disana tentu ingin menikmati indahnya panorama kota yang dijejali gedung-gedung yang tinggi, jalan beraspal licin, seliweran mobil-mobil dan hiburan lainnya, dan yang paling dibutuhkan oleh meraka adalah sarana jalan dan jembatan yang dapat melepaskan mereka dari belenggu ketertinggalan.

Hari menjelang sore ketika kami tiba kembali di Kalumpang, terlihat disekitar embun mulai turun membasuh bumi, para petani telah kembali kerumah menyandang pacul, membawa parang, desir angin membelai rambut, pohon-pohon dan daun-daunan mengangguk disapa angin senja, berbalik ke Barat melihat matahari yang hampir tenggelam seakan menyapa jangan lupa kembali dikesempatan lain dalam suasana yang tentu jauh lebih baik dari hari ini, jalan dan jembatan serta sarana dan prasarananya jauh lebih sempurna, Mabuhay Kalumpang kata Orang Filipina, Alloha kata penduduk Hawai, Jepang, Sayonara sampai bertemu lagi***


Sumber :http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/01/23/tamasya-atau-uji-nyali-ke-desa-pulio-kalumpang-mamuju-sulbar-432828.html

Read More »
Jumat, Agustus 23, 2013 | 0 comments

Rabu, 24 Juli 2013

Panorama Pulau Ambo (Bala-Balakang) Sul-Bar


Perariran Pulau Bala-balakang

Pulau Ambo (Bala-Balakang) Merupakan pulau yang wilayahnya berbatasan dengan Kalimantan Timur. dimana salah satu pulau di Sulawesi Barat yang memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah khususnya sektor perikanan. dengan kepadatan penduduk mencapai 200 jiwa.

Pasir Putih & Kapal Bala-balakang
Penyu laut
Banyak Hewan laut yang berkeliaran diantaranya penyu-penyu laut.

Penyu Laut Pulau Bala-balakang
Tampak dari Tower

Pengunjung Pulau

Pulau Tampak dari Kejauhan

Sumber Foto : Kerja Sama Bahtiar Salam & Fathur Anak Mamuju.

Read More »
Rabu, Juli 24, 2013 | 0 comments

Selasa, 18 Juni 2013

Pemandangan Anjoro pitu



Kelapa Tujuh (Anjoro Pitu) maksudnya disini adalah sebuah tempat yang terdapat pohon kelapa yang terdiri dari tujuh batang yang berumur sekitar 100 tahun..





Kelapa Tujuh (Anjoro Pitu) maksudnya disini adalah sebuah tempat yang terdapat pohon kelapa yang terdiri dari tujuh batang yang berumur sekitar 100 tahun..

Kawasan Kelapa Tujuh atau Anjoro Pitu' merupakan daerah perbukitan yang berada di timur kota mamuju. Daerah ini memiliki khasana tersendiri bagi siapa saja yang mendatanginya,ditempat ini menyuguhkan pemandangan dan panorama yang indah. Untuk mencapai kawasan ini, dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dan diperlukan keahlian dalam berkendara disebabkan medan yang menanjak.



Anjoro Pitu merupakan sebuah kawasan dimana kita bisa melihat pemandangan dan panorama indah sudut kota mamuju. Kita juga dapat melihat pemandangan laut lepas dan pulau karampuang.


Tempat ini sering dikunjungi oleh penduduk Kota Mamuju maupun pendatang dari luar kota Mamuju untuk menyaksikan langsung pemandangan sudut kota mamuju serta panorama alam yang indah.



Dari kawasan ini kita dapat menyaksikan Tanjung Rangas..


Tampak laut lepas dan pulau karampuang 

Sumber : http://kotamamuju.blogspot.com/2011/05/kelapa-tujuh-mamuju.html

Read More »
Selasa, Juni 18, 2013 | 0 comments

Selasa, 11 Juni 2013

Wisata Pulau Karampuang Sulawesi Barat



Pulau Karampuang terletak tepat di depan kota Mamuju.Untuk sampai ke Pulau Karampuang cukup ditempuh dengan melakukan penyeberangan air dari pelabuhan Mamuju ke dermaga pulau Karampuang. Waktu yang ditempuh juga relative sangat cepat sekitar 15 -20 menit. Pulau Karampuang sendiri memiliki objek wisata yang teragam dan terletak saling berjauhan, Pulau ini memiliki Luas 6,21 km persegi, sekitar3,88 % dari luas Kabupaten Mamuju.

Di bagian selatan Pulau Karampuang tepatnya lingkungan karampuang I, akan kita jumpai sumur 3 rasa yakni asin, tawar, payau. Sumur tersebut menjadi tiga bagian sesuai dengan rasanya, sumur tersebut sering dikenal sebutan sumur jodoh, yang menurut kepercayaan setempat, bahwa bagi perjaka atau gadis yang meminum airnya, niscaya akan mendapatkan jodoh.

 Perjalanan Laut

 Pinggir Laut

Untuk mencapai pulau ini kita harus menggunakan Kapal Motor dengan ongkos yang dikeluarkan yaitu lima ribu rupiah per orangnya. Perahu motor yang mudah ditemukan di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI).


 Dermaga Pulau Karampuang
 


Sebenarnya bila objek wisata ini dapat dikelola dengan baik, dapat menjadi tujuan wisata utama di Mamuju. Pengunjung atau turis akan merasakan sensasi mengendarai perahu kecil karena tidak semua orang pernah menaiki perahu kecil. Juga buat anda yang suka berpetualang,  juga terdapat gua lidah. Untuk sampai kedalam gua terdapat sebuah anak tangga,yang mengarah kemulut gua. Mulut gua tersebut berukuran kecil, jika kita telah sampai didalam raung menjadi luas dengan dinding gua yang kokoh serta tatapan kelelawar seolah ingin menyapa.

Sebenarnya konsep objek wisata di Pulau Karampuang sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari jalan setapak yang telah di plester dengan semen. Kemudian ada tempat berteduh yang banyak diantaranya tersedia pondok/rumah dengan nuansa klasik dari anyaman bamboo (gemacca) serta tiangnya dari pohon pinang yang berada di tengah pepohonan rindang.

Bila potensi yang ada dapat diberdayakan bukan tidak mungkin Mamuju akan menjadi tujuan wisata para turis. Hal ini dapat terjadi apabila kita dapat memaksimalkan potensi dan konsep yang telah ada tanpa dibiarkan terbengkalai.





  Pulau Karampuang dari jauh..


 Ok Sekian Dulu....

Read More »
Selasa, Juni 11, 2013 | 0 comments